Laman

Rabu, 29 Desember 2010

Yahudi dan Zionisme, Upaya Menggenggam Dunia

Catatan Kajian KIK pertemuan 5 sesi 2 
KIK [Kajian Islam Kontemporer] Part 2 
Pemateri : Ust. Ihsan 
Rabu, 29 Desember 2010 pukul 4.45 s.d 6.30 WIB 


Dalam Al-Qur’an surah Fathir (31):44, Allah menganjurkan kepada kita untuk berjalan-jalan di muka bumi agar kita dapat mengetahui keadaan kaum-kaum yang lain melalui ciptaan-Nya. Ayat tersebut mengajurkan kita untuk melanglang buana mencari tahu ilmu pengetahuan. Dengan berjalan-jalan di muka bumi, maka akan muncul pengetahuan dan kearifan tentang dunia luar.

Bahasan kali ini adalah mengenai Yahudi dan Zionisme. Apakah yang ada di benak kita jika kita mendengar kata Yahudi? Pasti sebagian besar orang berpendapat langsung bahwa Yahudi erat kaitannya dengan misi zionisme. Kita rata-rata tidak bisa membedakan antara Yahudi sebagai sebuah kepercayaan dan Zionisme sebagai sebuah ideologi. Pandangan ini wajar karena di dalam al-qur’an lebih banyak menceritakan tentang Yahudi dan kebanyakan yang diceritakan adalah keburukan-keburukannya. Pandangan kita menyamaratakan antara Yahudi dengan Zionisme. Sama seperti orang-orang barat ketika mendengar Islam, pasti langsung dikaitkan dengan teroris. Hanya saja kita tidak merasakannya karena kita berada di Indonesia yang sebagian besar muslim. Jika kita berada di negara liberal yang memusuhi Islam, sangat terasa diskriminasi yang diperlakukan oleh mereka dan sering dicap sebagai teroris. Padahal teroris tersebut adalah konspirasi dari barat itu sendiri.

Mereka (pembenci Islam) tidak mengerti Islam kecuali dari apa yang telah dikatakan oleh pembesar mereka. Yahudi merupakan suatu bangsa atau komunitas yang juga berlaku sebagai dien. Yahudi berbeda konsep dengan Nasrani ataupun Islam. Islam atau Nasrani bersifat komunal, artinya agama tersebut tidak berdasarkan nasab atau keturunan. Islam maupun Nasrani, ketika melakukan ekspansi, tujuannya adalah untuk memperbanyak jumlah pemeluknya. Tetapi tidak dengan Yahudi. Ketika Yahudi melakukan ekspansi ke suatu negara tertentu, mereka memiliki tujuan untuk menguasai daerah tersebut dan menjadikan dirinya sebagai pemimpin. Sifat mereka eksklusif karena agama itu merupakan komunitas yang berdasarkan keturunan. Tidak sembarang orang bisa mengaku beragama Yahudi jika tidak ada garis keturunan dari bangsa tersebut. Yahudi memang sering disebut dalam Al-qur’an dengan sifat-sifat keburukannya, tapi juga tidak menutup kemungkinan ada orang yahudi yang baik. Tetapi zionis tidak ada yang baik. Sama seperti Islam bahwa ada orang Islam yang berkelakuan tidak baik. Dalam hal ini bukan bermaksud menebar kebencian kerangka kebencian atau menanamkan kecintaan kepada Yahudi. Islam mengajarkan bahwa jika ada orang-orang yang memusuhi Islam, maka kita harus menunjukkan sikap kita. ketika kita bertemu dengan seorang Yahudi, maka kita tidak dianjurkan untuk langsung memusuhi, tetapi harus bersikap waspada terhadapnya karena Al-qur’an sudah menceritakan karakter kaum yahudi demikian.

Rekam jejak kaum Yahudi di Al-qur’an:
  • Mengaku anak Allah QS Al-Ma’idah (5):18. Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).”
  • Musuh utama orang beriman QS Al-Ma’idah (5):82. “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya kami ini orang Nasrani." Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” Pendusta para Nabi dan selalu melakukan kemungkaran QS Al-Ma’idah (50):70. Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh.” Orang Yahudi juga memebunuh nabi-nabi mereka. Nabi yang dibunuh adalah nabi Zakaria dan nabi Yahya. Nabi Zakaria merupakan ayah dari Nabi Yahya. Pada zaman Nabi Yahya, ada seorang raja Yahudi, Herodes, yang hendak menikah dengan Herodia yang masih memiliki hubungan kekeluargaan. Melihat kemungkaran tersebut, Nabi Yahya mencegah raja Herodes untuk menikahi herodia yang merupakan saudara perempuannya sendiri. Melihat hal tersebut, Herodia meminta kepada Herodes untuk membunuh Nabi Yahya sebagai maskawinnya. Lalu kemudian dibunuhlah Nabi Yahya. Tak hanya itu, Nabi Zakaria pun dicari untuk dibunuh karena telah melakukan dosa, yaitu sebagai ayah dari Nabi Yahya. Allah menolong Nabi Zakaria dengan dibukakannya pohon yang besar dan Nabi Zakaria masuk ke dalam pohon tersebut. Pasukan Herodes tersebut sulit mencari Nabi Zakaria. Namun tak berhenti sampai di sini. Yahudi yang merupakan sekutu syaithon pun dubantu oleh syaithon untuk mengetahui persembunyian Nabi Zakaria. Setan memberi tahu kepada Herodes bahwa Nabi Zakaria bersembunyi di dalam sebuah pohon. Maka Herodes dengan pasukannya langsung menebas habis pohon tersebut dan Nabi Zakaria pun ikut terbunuh bersama pohon.

  • Pelaku dosa dan pemakan harta haram QS Al-Ma’idah (5):62. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu.” Pendiri bank sentral pertama di dunia adalah orang Yahudi, yaitu Bank central of London.

  • Tercela dan durhaka QS Al-Ma’idah (5):62.Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.”

  • Hati mereka hitam QS Al-Ma’idah (5):87-88. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” Dan masih banyak lagi.


Sekali lagi kita tidak dianjutkan untuk membenci mereka, tetapi bersikap waspada dan tegas jika mereka mengancam kita. kita telah mengetahui bangsa Yahudi adalah bangsa yang demikian dari bukti-bukti kisah dalam Al-Qur’an. Jika kita ingin melakukan suatu proyeksi, maka yang paling penting adalah data-data sebelumnya. Telah kita ketahui sifat-sifat dari bangsa Yahudi sehingga sepatutnya kita berhati-hati terhadapnya.

Yahudi pun memerangi Rasulullah. Mereka memerangi Ra’sul dengan 3 cara yaitu,
Dengan menggunakan kata-kata kotor, caci maki, memutarbalikkan kata-kata, serta menafsirkan ayat seenaknya QS An-Nisa’ (4):46 dan QS Ali Imron (3):72
Dengan cara bersekongkol dengan kaum munafik dan quraisy Mekkah.
Menghasut orang-orang untuk menyerang Madinah

Suatu ketika ada seorang umat Islam yang tidak sengaja terbunuh oleh Bani Nadhir (salah satu komunitas Yahudi di Madinah). Mendengar berita tersebut, Nabi Muhammad beserta para shahabat mendatangi tempat kediaman Bani Nadhir tersebut untuk mengenakan denda. Ketika sampai di tempat, Nabi dan para shahabat disambut oleh kepala Bani Nadhir tersebut dan yahudi tersebut sepakat untuk membayar denda kepada Nabi Muhammad.

Rasul dan para shahabatnya diminta untuk tunggu di luar sebentar, sementara kepala Bani Nadhir tersebut mengambil uang untuk membayar denda. Namun ketika di dalam, dia merencanakan pembunuhan kepada Ra’sul dan para shahabatnya dengan menjatuhkan sebuah batu besar dari atap rumah. Ketika itu, malaikat Jibril langsung memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad bahwa beliau akan dibunuh. Mendengar itu, Nabi dan shahabat langsung masuk ke rumah kepala Bani Nadhir tersebut dan saat itu pula, sebuah batu besar jatuh dari atap menimpa tempat saat Nabi dan shahabat berdiri. Karena kejadian tersebut, puncaknya Ra’sul mengusir bangsa Yahudi (Bani Qainuqo, Bani Nadhir, Bani Quraizhoh) setelah perang ahzab.

Penulis : Iwan Nurfahrudin
dari Kajian Islam Kontemporer PPSDMS regional 2 Bandung


selanjutnya...

Kajian Islam Kontemporer part 1

Catatan Kajian 
KIK [Kajian Islam Kontemporer] PPSDMS reg.2 Bandung 
Pemateri Ust. Ihsan 
Selasa, 28 Desember 2010 pukul 21.00 s.d 22.45 WIB 


Masih segar dalam dua hari yang lalu tentang kekalahan Indonesia atas Malaysia di leg 1 final AFF Suzuki Cup 2010. Beberapa hari sebelum pertandingan final, timnas melakukan istighosah akbar agar diberi kemudahan dalam pertandingan, sedangkan timnas Malaysia sibuk berlatih untuk menghadapi partai final tersebut. apa yang dilakukan oleh timnas tersebut melanggar sunnah kauniyah. Dalam keadaan tersebut, seharusnya timnas melakukan latihan agar mendapat hasil yang maksimal yang tentunya terlepas dari masalah laser penonton. Istighosah pada saat tersebut tidaklah tepat. Pada zaman Rasulullah ketika perang, yang dilakukan pasukan kaum muslimin adalah latihan perang, bukan istighosah yang seperti kemarin-kemarin dilakukan timnas. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk berikhtiar agar mendapat hasil yang maksimal. Umar bin Khatab pernah mengusir orang di masjid yang berdoa dari ba’da subuh sampai menjelang duhur. Orang tersebut berdoa agar Allah memberikan rizki kepadanya. Tetapi yang dilakukan Umar adalah mengusirnya. Dengan tegas Umar berkata kepadanya, “Keluar kamu..! jangan engkau melecehkan Allah dengan sikapmu yang seperti ini. Allah tidak akan memberikan rizki kepadamu”. Hal ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai target tertentu tidak hanya do’a yang kita perlukan, tetapi juga ikhtiar.

Pengalaman ketika beliau ke China beberapa bulan lalu, sebelum berangkat beliau beranggapan bahwa China adalah negara berkembang yang baru saja mengalami pertumbuhan eknonomi yang pesat. Namun tetap yang namanya negara berkembang sama seperti Indonesia kondisinya. Itulah yang pertama kali beliau pikirkan sebelum berangkat ke China, namun setelah beliau sampai di China, anggapan tersebut hilang ketika melihat kondisi China sama seperti negara-negara maju lainnya. China berhasil menanamkan prinsip fundamental dalam pengembangan ekonomi negara tersebut. Bayangkan saja, pertumbuhan ekonomi negara tersebut rata-rata 9,8% pertahun dengan jumlah penduduk 1,4 miliar. Dalam sejarah pembangunan China, negara tersebut baru memulai pembangunan sejak tahun 1980-an dan pada tahun 2000, China telah menjadi the miracle of Asia. Jika dilihat dari GDP, China memiliki GDP terbesar kedua di dunia setelah Amerika.

Inilah yang harus dicontoh oleh bangsa Indonesia. Mengapa China bisa maju mengembangkan negaranya sehingga percepatan pembangunan bisa terlaksana. Berikut adalah tiga prasyarat yang harus dilakukan dalam pembangunan yang telah dilakukan oleh China. Yaitu,

  •          Stabilitas Politik dan Pemerintahan
Stabilitas politik sangat menentukan pembangunan suatu negara. Negara yang mengalami kekisruhan politik tidak akan bisa membangun negaranya dengan baik. Di China, penguasa tunggal dari satu partai sehingga tercipta kestabilan politik. Demokrasi berbanding terbalik dengan stabilitas politik. Semakin banyak partai politik di suatu negara, semakin buruk stabilitas politik di negara tersebut.


  •           Law Enforcement
Dalam hal ini adalah penegakkan hukum di suatu negara. Stabilitas politik juga terjadi karena hukum di negara tersebut dapat berjalan dan tegak. Di China, seorang koruptor, hukumannya adalah hukuman mati. Jadi jika seorang pejabat ingin melakukan korupsi, dia harus berpikir dua kali jika ketahuan nantinya. Percuma jika kaya tetapi akhirnya dihukum mati.


  •           Strong Design of Economy
Ekonomi merupakan sesuatu yang paling penting dalam membangun. Semua pembangunan pasti membutuhkan anggaran. Tingkat pertumbuhan ekonomi di China yang tinggi dapat menarik investor untuk menanamkan modal di sana. Dengan semakin banyak pihak yang menanamkan modal, semakin terfasilitasi juga pembangunan yang sedang dijalankan tersebut.


Oleh karena itu, umat Islam harus memiliki semangat yang dimiliki oleh China dalam hal pembangunan. Dalam surah Ar-Ra’d (13):11 dikatakan bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu sendiri yang mengubahnya. Kepemimpinan dunia sekarang berada di tangan Amerika. Banyak kalangan yang memprediksi bahwa kepemimpinan dunia akan berpindah ke tangan Asia dengan China sebagai lokomotifnya.
Namun tidak semudah itu. Seseorang yang sudah menduduki kursi jabatan tertentu memiliki kecenderungan untuk mempertahankan posisinya. Sama seperti Amerika. Negara tersebut tidak akan tinggal diam karena miracle of Asia tersebut. Pasti ada usaha-usaha yang dilakukan agar Amerika tetap menjadi pemimpin dunia. 

Kejadian tersebut pernah terjadi dalam sejara nabi Musa dalam qur’an surah Al-Qoshosh (28) : 1-7. Pada ayat tersebut diceritakan kisah pertarungan kepemimpinan Nabi Musa melawan Fir’aun. Bani Israil pada saat itu merupakan suku bangsa yang suka berpindah-pindah (ibrani=nomaden) yang tidak punya peradaban. Nabi Musa merupakan seorang Nabi yang termasuk Rasul Ulil Azmi yang mendapat cobaan yang sangat berat. Jika kita perhatikan, hampir semua Rasul ulil azmi berasal dari keturunan yang biasa-biasa saja, bukan dari darah bangsawan maupun konglomerat. Nabi Musa memiliki potensi sebagai pemimpin yang bisa menggantikan kedudukan Fir’aun. Mendengar hal tersebut, Fir’aun menyuruh agar anak laki-laki pada zaman itu dibunuh.

Akhirnya Nabi Musa dihanyutkan ke sungai Nil utnuk mengindari kejaran Fir’aun karena lahirnya seorang bayi laki-laki. Namun Nabi Musa tetap bertemu dengan Fir’aun dan Fir’aun bermaksud membunuhnya, namun dicegah oleh istrinya. Istrinya meminta agar Nabi Musa diasuh karena mereka tidak mempunyai anak. Akhirnya Nabi Musa diasuh sampai besar. Inilah yang menimbulkan ilham bahwa tempat yang paling aman adalah di tempatnya musuh.

Saat Nabi Musa telah dewasa, nabi Musa ditugaskan untuk membernarkan perilaku sang raja Fir’aun yang lalim tersebut. Nabi Musa yang sudah diasuh dari kecil sampai dewasa merasa tidak enak karena berkaitan dengan balas budi. Namun kebenaran tetaplah kebenaran. Nabi Musa pun melaksanakan perintah Allah tersebut walaupun hubungan antara beliau dengan Fir’aun adalah ayah dan anak angkat... (to be continued)

Penulis : Iwan Nurfahrudin
dari catatan KIK PPSDMS regional 2 Bandung


selanjutnya...

Dari Pengalaman ke Tulisan

Catatan Kajian  
SP [Studi Pustaka] PPSDMS Reg.2 Bandung  
Pemateri : Agung Wijaya Mitra Alam  
Kamis, 23 Desember 2010, pukul 5.00 s.d. 6.00 WIB  


Agung Wijaya Mitra Alam akrab dipanggilnya, beliau adalah peserta PPSDMS regional 2 Bandung angkatan 4. Beliau menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung jurusan Teknik Elektro angkatan 2007. Selisih umurnya tidak jauh dengan kita, namun karyanya sudah bisa diakui sangat memberikan kebermanfaatan bagi umat manusia. Beliau merupakan penulis dari dua buku. Buku pertamanya yaitu “100% LDK itu keren” yang telah diterbitkan pada Oktober 2010 lalu, sedangkan buku kedua yaitu “Indonesia, it’s an amazing area 100%”. Inspirasi beliau tidak pernah berhenti semenjak mengikuti porgram pembinaan SDM strategis dari Nurul Fikri sehingga muncul karya dari jemari tangan beliau.

Awalnya, ketika di PPSDMS, beliau sangat tidak suka membaca, apalagi menulis. Untuk membaca saja, beliau tidak menemukan sense untuk melakukannya. Pernah beliau merasa iri ketika teman-teman yang lain bisa membaca sampai larut malam tanpa henti. Mereka terlihat asyik dalam membaca sampai seperti itu. Beliau pun ingin mengikuti mereka yang bisa membaca sampai terlarut seperti itu. Beliau pun membeli buku seperti yang dibeli oleh teman-temannya, salah satunya adalah novel Ayat-Ayat Cinta. Namun setelah membeli buku tersebut, beliau tidak menemukan sense untuk membaca. Kemudian beliau memberli lagi jenis buku yang lain, fiqih dakwah. Tetapi tetap saja tidak juga muncul keingingan untuk membaca sepertu yang dilakukan oleh teman-temannya. Begitulah sampai lima kali beliau membeli buku, tapi tetap saja tidak terbentuk rasa ingin membaca. Hingga akhirnya ketika membeli buku Ust. Anis Matta, Lc. yang berjudul “Model Manusia Muslim Abad XXI”, beliau merasa kenikmatan untuk membaca itu telah muncul. Setelah mendapatkan hal tersebut, beliau langsung memborong 10 buku sekaligus yang dikarang oleh Ust. Anis Matta, Lc. Memang ketika kita sudah menemukan kenyamanan dalam membaca, kita dapat merasakan bahwa membaca adalah hal ytang mengasyikkan. 

Pengalaman membaca dan menulis banyak beliau dapatkan ketika mengikuti program PPSDSMS. Beliau merasa dipacu untuk berkreasi dengan tulisan. Beliau tertarik di dunia tulis menulis karena dengan menulis, beliau dapat berdakwah tanpa harus menghadirkan jiwa raganya. Selain itu, tulisan kita akan bersifat abadi dan akan selalu eksis dan juga bisa melebarkan sayap-sayap pos dakwah. Keaktifan beliau di organisasi Lembaga Dakwah Kampus di ITB (Gamais ITB) khususnya pada bidang Syiar dan Pelayanan Kampus menginginkan bekliau untuk menyiarkan Islam lebih luas lagi, salah satunya dengan membuat buku.

Salah satu kesibukan beliau adalah berkeliling Indonesia. Beliau juga sering diminta untuk menjadi pembicara dalam acara pelatihan manajemen dakwah kampus di kampus-kampus lain di Indonesia. Sudah banyak kampus-kampus di Indonesia yang beliau singgahi, mulai dari barat Indonesia (Universitas Andalas di Padang) sampai timur Indonesia (Universitas Pattimura di Ambon). Dari kunjungannya ke berbagai universitas dan belajar mengenai dakwah kampus dari universitas di Indonesia yang beranekaragam, beliau akhirnya menulis sebuah buku yang menggambarkan kondisi lembaga-lembaga dakwah kampus di Indonesia, judulnya 100% LDK itu Keren.

Awal buku ini dibentuk adalah bahwa beliau melihat potensi yang sangat luar biasa dari berbagai lembaga dakwah kampus di seluruh Indonesia ini yang bila dikembangkan akan mempercepat transformasi pembentukan masyarakat madani di Indonesia. Potensi yang sangat besar tersebut sayangnya tidak dibarengi dengan manajemen yang baik dari LDK itu sendiri sehingga tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pernah suatu hari beliau menjadi pembicara pada sebuah pelatihan manajemen dakwah kampus. Selama acara tersebut, peserta sangat antusias dan kadang beberapa kali bertakbir. Mereka semangat ketika materi disampaikan dan banyak topik yang bisa dibicarakan untuk membentuk manajemen lembaga dakwah kampus yang baik. Setelah itu mereka kembali bertakbir, sedikit-sedikit  takbir, sehingga terlihat semangat dari mereka. Tetapi ketika ditanya tentang apakah yang sudah Antum lakukan bersama LDK Antum? Semua peserta tertegun dan terdiam. Padahal potensi mereka sangat besar untuk dapat membangun sebuah organisasi dakwah dengan beragamnya latar belakang mereka. Inilah yang menjadi insirasi beliau untuk menulis sebuah buku yang isinya tentang manajemen dakwah kampus dan pengoptimalan potensi-potensi di lembaga dakwah kampus.

Buku kedua terinspirasi oleh petualangan beliau ketika berkeliling Indonesia. Beliau melihat bahwa potensi Indonesia sangat besar dari berbagai hal dan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Beliau ingin memperkenalkan Indonesia melalui tulisannya dalam buku yang berjudul Indonesia, it’s an amazing area 100%. Target beliau adalah buku kedua ini dapat tembus di pasaran internasional sehingga orang-orang luar dapat mengetahui sisi Indonesia yang menakjubkan. Buku kedua ini ada dalam dua versi, yang pertama adalah bahasa Indonesia dan yang kedua adalah bahasa Inggris. Beliau sempat kesulitan dalam mencari penerjemah dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris karena isi-isi dalam buku tersebut banyak dihiasi oleh sastra dan retorika bahasa yang jauh dari kaidah bahasa Inggris formal. Beliau sangat berambisi agar buku tersebut dapat laku di pasaran internasional.

Satu pelajaran yang dapat diambil dari beliau bahwa keinginan kuat dapat mengalahkan segalanya. Paradigma mengenai tidak suka membaca ataupun menulis dapat diubah 180 derajat menjadi seseorang yang mempunyai hobi menulis. Beliau juga memiliki tekad yang kuat untuk memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan sebagai pemicu prestasi. Kekuatan tekad beliau digambarkan dengan judul buku-bukunya yang ada istilah 100% yang melambangkan tidak ada keraguan. Ada satu kata yang sangat mengena bagi penulis dari beliau bahwa kejayaan tidak akan didapat dari orang-orang yang suka mengeluh. Artinya, manfaatkan potensi apa yang ada semaksimal mungkin.


Penulis : Iwan Nurfahrudin
dari kajian Studi Pustaka PPSDMS regional 2 Bandung


selanjutnya...

Selasa, 28 Desember 2010

Postpo Syndrome: Sindrom Pascakampus Selepas Lulus

Catatan Kajian 
DPK [Dialog Pasca Kampus] PPSDMS Reg.2 Bandung 
Rabu, 22 Desember 2010, pukul 20.30 s.d. 22.00 WIB 
Pengisi Acara : Kang Fregie, S.E. 


Sesuatu yang biasa terjadi setelah masa kelulusan biasa disebut postpo syndrome. Berdasarkan pengalaman pembicara, setelah lulus beliau tidak tahu harus berbuat apa. Kegiatan-kegiatan yang semasa mahasiswa padat tidak lagi terjadi selepas lulus kuliah. Bandingkan ketika kita di kampus, kita banyak mengemban amanah-amanah yang membutuhkan kita, entah itu amanah organisasi, amanah kepengurusan, dan amanah yang lainnya. Tetapi setelah lulus, rasanya seperti orang bingung hendak berbuat apa. Kita seperti dilepas begitu saja dan tidak ada parameter yang “mengawasi” kita.

Sebetulnya kita tidak perlu kaget dengan gejala postpo syndrome tersebut jika kita mempersiapkannya dengan baik. Jauh sebelum lulus, sebaiknya kita buat rencana atau peta kehidupan yang harus dilakukan selepas kelulusan. Tantangan yang akan kita hadapi pascakampus tidak seperti tantangan kita saat menempuh kehidupan di kampus. Kehidupan pascakampus lebih bebas sehingga tantangan yang akan kita hadapi akan beraneka ragam. Kita tidak bisa menghindari tantangan tersebut. Mau tidak mau tantangan tersebut adalah suatu keniscayaan yang tidak bisa kita elakkan. Namun tantangan tersebut bisa kita antisipasi dengan persiapan jauh-jauh sebelum kelulusan

Beliau bercerita, tantangan yang paling berkesan saat organisasi adalah ketika membuat jaringan alumni. Jaringan alumni ini sangat bermanfaat bagi kita ketika menempuh kehidupan pascakampus sehingga interest beliau lebih ke arah tersebut. Selain itu, beliau termasuk orang yang suka mencari-cari kerjaan. Hampa rasanya jika tidak ada aktivitas yang harus dilakukan. Ada pelajaran berharga ketika beliau menjadi ketua BEM FE Unpad. Beliau pernah disorot oleh rekan-rekannya dan mahasiswa yang lain bahwa beliau dianggap tidak berwibawa karena pembicaraan beliau yang to the point terlalu tegas dan cenderung langsung ke tujuan. Jika ada yang salah, maka dengan tegas beliau katakan salah, juga sebaliknya. Tetapi apakah yang dikatakan beliau setelah dikritik demikian oleh rekan-rekannya? Beliau menjawab bahwa beliau memiliki sebuah prinsip. Lebih baik tidak berwibawa di mata, tetapi mendapat keputusan yang maksimal dalam organisasi daripada “sok” berwibawa tetapi hasil keputusannya mendzolimi orang lain.

Jika kita pikirkan bagaimana cara Allah untuk menaikkan derajat seseorang itu sangat unik. Banyak cara Allah yang tidak kita duga hingga akhirnya kapasitas kita meningkat tanpa kita sadari. Contohnya ketika masalah yang bertubi-tubi menimpa kita. Itulah ujian dari Allah agar kapasitas kita mengingkat. Orang besar mengemban amanah yang besar. Seseorang yang sangat besar dan berpengaruh pasti memiliki banyak masalah dan dituntut untuk segera menyelesaikannya. Itulah salah satu cara Allah. Hati-hati ketika kita berdoa “Ya Allah, berilah aku kecerdasan...”, namun setelah berdoa demikian, Allah malah memberi tugas-tugas yang banyak dan terkesan sulit untuk diselesaikan. Bagi orang yang berpikiran pragmatis, tentunya mereka akan langsung mengeluarkan pendapat bahwa Allah tidak mengabulkan doa tersebut dan cenderung bersifat su’uzon kepada Allah. Namun kita tidak boleh bersikap seperti itu. Kita harus berpikir bahwa ketika Allah menetapkan suatu kejadian kepada kita, itulah yang terbaik bagi kita. Allah memberi masalah ketika kita berdoa demikian semata-mata untuk meningkatkan derajat kita agar kita bisa menyelesaikan masalah-masalah yang menimpa kita.

Ingatlah, banyak yang harus kita persiapkan untuk kehidupan pascakampus. Sesuatu yang jarang kita temukan ketika menempuh kehidupan pascakampus tersebut adalah sahabat kita. ketika kita menjalani masih berada di kampus, banyak sahabat yang memperhatikan masalah kita dan berbuat untuk kita tanpa pamrih, namun ketika sudah memasuki dunia masyarakat, kita jarang sekali menemukan karakter seperti itu. Oelh karena itu, selagi kita masih berada di dunia kampus, banyak-banyak berbuat baiklah kepada sahabat-sahabat kita. Siapa tahu ketika pascakampus nanti, Allah menolong kita keluar dari masalah-masalah melalui sahabat-sahabat kita.

Selain itu, sesaat setelah kehidupan pascakampus, teman-teman akan disibukkan dengan memikirkan dirinya sendiri dan cita- cita mereka masing-masing. Ada yang ingin melanjutkan kuliah, ada yang ingin kerja, ada yang ingin berwiraswasta, dan lain-lain. Kita akan merindukan masa-masa ketika kita masih kuliah. Jika tidak dibentuk ukhuwah, sahabat-sahabat kita akan larut dengan kesibukannya masing-masing dan tidak memikirkan orang lain, termasuk kita. oleh karena itu, peliharalah ukhuwah dengan sahabat-sahabat kita.
Banyak godaan yang bersifat ke-duniawi-an ketika kehidupan pascakampus. Biasanya godaan yang muncul adalah godaan terhadap harta. Tidak sedikit senior-senior yang memilih untuk bekerja dengan bayaran yang sangat tinggi walaupun kerja di daerah terisolasi sekalipun. Mereka melupakan idealisme ketika mereka mahasiswa dan terlena oleh harta yang mereka dapatkan. namun perlu diingat, tujuan kita hidup bukan sekedar untuk mencari harta. Cukuplah untuk maisyah (penghidupan) untuk keluarga dan sisanya kita kontribusikan untuk dakwah. Itulah cara syaithon menggoda dari sisi mana saja. Janganlah kita lupa terhadap tugas dakwah yang diberikan kepada kita. Amanah dakwah ini bukan hanya ketika kita menjadi aktivis dakwah di Lembaga Dakwah Kampus, namun amanah dakwah itu harus dijalankan selama kita masih hidup di dunia. Itulah tujuan hidup kita.

Aktivitas dakwah di masyarakat sangat berbeda dengan aktivitas dakwah di kampus. Objek dakwahnya pun beranekaragam. Kita pun tidak dituntut untuk hanya ber-­amar ma’ruf, tetapi juga dituntut untuk nahi munkar. Ada cara-cara yang harus diperhatikan ketika kita menegur seseorang yang berbuat salah di masyarakat. Ada tiga diantaranya,

  • Perlakukan diri kita sebagai orang tua
Dalam hal ini, teguran yang kita berikan kepada orang dilakukan dengan memperlakukan diri kta sebagai orang tua. Cara orang tua memberikan suatu nasihat adalah dengan cara menggurui dan memberi justifikasi. Hal ini sangat tepat dilakukan kepada orang yang lebih muda dari kita, namun dengan catatan tidak menyakiti hati lawan bicara.

  •  Perlakukan diri kita sebagai orang dewasa
Orang dewasa lebih berpikir rasional. Kita bisa menasihati seseorang dengan cara demikian dan juga tentunya dengan memberikan alasan-alasan yang rasional. Yang bisa diterima oleh orang-orang sekitar. Hal ini cocok bagi yang ingin berdakwah kepada teman sebaya yang sudah menjadi alumi.

  • Perlakukan diri kita sebagai anak kecil
Fitrah seorang anak kecil adalah selalu ceria dan semangat. Selain itu anak kecil juga banyak bertanya karena memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi. Cara ini sangat tepat untuk berdakwah kepada orang yang lebih tua dan juga kepada semua orang. Tetapi jangan terlalu kekanak-kanakan sehingga bisa menghilangkan jati diri kita.


Teori-teori tersebut sangatlah aplikatif ketika kita berada dalam organisasi entah itu saat mengenyam pendidikan di kampus maupun di dunia masyarakat pascakampus. Namun perlu kita ketahui, teguran yang paling baik adalah dengan cara bertanya. Kita harus menguasai semua teknik komunikasi tersebut. Kita tinggal memilih cara mana yang paling baik untuk berkomunikasi tergantung keadaan. Oleh karena itu, belajarlah cara komunikasi sejak dini.


Penulis : Iwan Nurfahrudin
dari catatan kajian Dauroh Pascakampus PPSDMS Regional 2 Bandung

Tidak ada larangan untuk menyebarkan isi dari blog ini asalkan mencantumkan blog ini sebagai sumber

(HAK CIPTA HANYA MILIK ALLAH)

Jika ada kritik atau saran, silakan kirim melalui e-mail ke iwan.nf@dr.com atau iwan_911@muslim.com atau iwan_911@ymail.com



selanjutnya...

Selasa, 21 Desember 2010

Ruhul Istijabah: Keyakinan Positif Menyambut Amanah Dakwah

Materi LKO (Latihan Kepemimpinan Organisasi) Milis 
Pemateri Kang irfan 
Sabtu, 18 Desember 2010 pukul 4.30 s.d. 5.30 WIB 


Sebagai seorang pencari ilmu, kita sering mendengar yang namanya Ruhul Istijabah dari para mentor, murobbi, kakak kelas aktivis dakwah dan lain-lain. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ruhul istijabah tersebut? Mari kita bahas sedikit demi sedikit. Ruhul Istijabah merupakan kondisi hati yang biasa merespon positif mengenai amanah dakwah. Pada saat zaman shahabat, mereka (para shahabat) memiliki ruhul istijabah yang kuat meskipun Rasulullah telah wafat. Mereka yakin kesuksesan dakwah akan segera tercapai. Sebagai contohnya adalah Mush’ab bin Umair. Beliau merupakan duta Islam yang pertama. Saat beliau ditunjuk sebagai duta Islam yang pertama, beliau menerima tugas yang sangat mulia dan sangat berat dari Rasulullah. Tetapi dengan keyakinannya, beliau bisa mengerjakan amanah yang diberikan oleh Rasulullah dengan tepat.

Ruhul istijabah merupakan kondisi jiwa yang tidak bisa dipaksakan. Ruhul Istijabah tidak bisa muncul begitu saja, melainkan memerlukan sebuah proses. Perjuangan dakwah merupakan perjuangan yang berat. Jika kita menganggap jalan dakwah merupakan perjuangan yang tidak berat, berarti ada yang salah dengan niat kita. Dengan ruhul istijabah, kita dapat menikmati perjuangan dakwah yang berat tersebut sehingga munculah keyakinan bahwa perjuangan dakwah ini akan menorehkan hasil. Ketika kita diberikan suatu masalah, tingkah kita atau respon kita menunjukkan seberapa kuat ruhul istijabah kita. ada empat hal yang mendukung munculnya ruhul istijabah. Yaitu:

  •  Hentakkan keyakinan yang kuat
Hal yang harus dilakukan untuk memperkuat ruhul istijabah adalah menangkap semangat keyakinan. Ingatlah, keyakinan itu mempengaruhi kinerja kita dan kinerja kita mempengaruhi hasil yang akan kita peroleh. Jika keyakinan awal sudah kuat, maka tugas akan dilaksanakan dengan penuh semangat. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Segala sesuatu bisa saja terjadi dengan izin Allah. Yang harus kita lakukan adalah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa kepada Allah agar dakwah tersebut membuahkan hasil. Pada Qur’an surah Al-Anfal (8):2 dikatakan, “sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan hanya kepada Rabb-lah mereka bertawakkal”.

Suatu hal yang ironi jika kita pesimis terhadap sesuatu sehingga kita tidak yakin untuk menggapainya. Jika hal tersebut demikian, maka dimanakah Allah dalam hatimu? Ucapan Allaahu Akbar yang sehari-hari kita lakukan hanyalah sebatas ritual yang sehari-hari kita lakukan dan tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mentadaburi, Allaahu akbar berarti Allah maha besar sehingga tidak ada yang lebih besar dari-Nya termasuk ketakutan atas kegagalan kita. Jika kita masih pesimis, maka kita belum “benar” dalam mengucapkan Allaahu akbar. Ingatlah kawan, janganlah kita pesimis dan berlindung di balik kata “berpikir realistis”. Realistis bukan berarti pesimis. Jika Allah berkehendak, maka kehendak tersebut akan menjadi kenyataan semudah membalikkan telapak tangan. Oleh karena itu, tanamkan dan hentakkan keyakinan yang kuat.

  •              Khusnudzon atas semua takdir Allah
Sesungguhnya, semua hal yang telah terjadi, sedang terjadi, dan akan terjadi di dunia ini semuanya atas izin Allah. Jika sesuatu itu terjadi, maka itulah yang terbaik menurut Allah meskipun kita menganggapnya bukan yang terbaik. Semua kehendak Allah pasti terjadi dan tidak ada kecacatan di dalamnya karena Allah maha teliti. Ingatlah, Allah memberikan sesuatu yang kita perlukan, bukan sesuatu yang kita inginkan. Kadang kita merasa kecewa karena doa kita tidak kunjung dikabulkan. Tidak hanya itu, kita juga kecewa dengan cobaan-cobaan yang menimpa kita sehingga kita merasa Allah tidak memberikan yang terbaik untuk saya. Pemikiran tersebut salah besar!

Jika kita masih berpikiran seperti di atas, maka ber-istighfarlah. Ubahlah paradigma tersebut dengan khusnudzon kepada Allah. Bagaimana caranya? Kita cari 1000 alasan apakah hikmah yang Allah berikan atas kejadian ini sehingga kita senantiasa selalu ber-khusnudzon kepada Allah. Misalnya ketika kita dikasih amanah untuk “mementor” adik binaan. Adakalanya kita merasa bahwa hal tersebut kita anggap sebagai beban karena menambah tanggung jawab kita. Namun harus kita ingat bahwa ada rencana lain yang ingin Allah berikan kepada kita. kita hendaknya berkhusnudzon saja dengan sesuatu tersebut. Mungkin saja dengan diberikannya amanah tersebut, Allah ingin meningkatkan kapasitas kita, dan masih banyak lagi.

  •   Ukhuwah yang maksimal
Pernahkah kita patah semangat dari jalan juang dakwah hanya karena suatu masalah dengan rekan-rekan sesama aktivis dakwah? Jika hal tersebut terjadi, maka kita belum merasakan adanya ukhuwah di antara kita. memang ada saatnya kita tersinggung karena hal tersebut, namun itulah lika-liku dakwah yang mau-tidak-mau harus kita jalani. Kuncinya adalah penguatan ukhuwah yang maksimal di antara kita. jika kita mempunyai masalah dengan rekan sesama aktivis dakwah, hendaknya jangan dibawa sampai ke ranah dakwah. Masalah pribadi adalah masalah pribadi. Jangan sampai dakwah berhenti karena masalah kecil tersebut. kita harus profesional.

Ingatlah,bagaimanapun rekan kita terdekat adalah saudara yang akan menjaga kita ketika kita sedang futur. Oleh karena itu, jaga hubungan dengan beliau. Salah satu fungsi dari teman adalah untuk saling nasihat-menasihati dalam hal kebenaran dan kesabaran.

  •  Shobar (sabar) yang tidak pernah henti
Imam Syafi’ie pernah berpendapat bahwa jika Allah tidak menurunkan ayat-ayat yang lain selain surat Al-Ashr, maka itu pun sudah cukup. Mengapa Imam Syafi’ie bisa berpendapat seperti ini? Karena manusia pada dasarnya adalah makhluk yang merugi, oleh karena itu dalam surat Al-Ashr, Allah memerintahkan kepada kita untuk saling nasihat-menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Shobar (sabar) merupakan sesuatu yang syumul (menyeluruh) sehingga seharusnya tidak ada kalimat “kesabaran saya telah habis...!!!”. Jika kalimat tersebut terucap, artinya kita sudah tidak sabar.
Shabar bukan berarti pasrah. Shabar akan berdampak pada hal-hal yang akan kita kerjakan selanjutnya. Shabar juga diikuti dengan ikhtiar kita untuk mengubah keadaan sedikit-demi-sedikit. Rumusnya, diskrit + shobar = kontinu. Oleh karena itu, kita harus shabar dalam mengemban amanah dakwah ini karena Allah pasti akan membalas dengan Jannah-Nya. Insya Allah.


Wallahu 'alam


selanjutnya...